Kamis, 02 Februari 2017

Mengapa Saya Dilahirkan?

Mengapa Saya Dilahirkan?

Saya kan tidak pernah minta dilahirkan.


Image result for lahir


Terdapat pandangan bahwa setiap kita tercipta atau terlahir dari benar-benar ketiadaan menjadi ada. Baik dalam Dharma dan Science tidak ada yang namanya sesuatu bermula dari ketiadaan mutlak menjadi ada. Semuanya hanya berubah wujud.


Material yang membentuk tubuh kita tidak tiba-tiba muncul dari ketiadaan lalu membentuk tubuh kita. Setiap atom berasal dari makanan yang orang tua kita konsumsi lalu sejak kita lahir semua berasal dari apa yang kita konsumsi. Dan sebelum menjadi makanan, semuanya berasal dari yang lain juga, begitu seterusnya.

Bumi ini juga tidak muncul tiba-tiba dari ketiadaan total. Bahan-bahan pembentuknya sudah ada, hanya kemudian berproses membentuk bumi.

Kesadaran kita juga seperti itu. Tidak tiba-tiba tercipta dan sebelumnya mutlak tidak pernah ada. Yang ada berubah asosiasinya menjadi makhluk yang disebut “manusia.” Namun sebelumnya kesadaran itu sudah ada, dan seperti semuanya, selalu ada. Hanya berubah-ubah terus wujud dan asosiasinya. Jadi kita sudah ada sebelum terlahir, hanya bukan manusia dengan identitas kita saat ini.


 “Energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan, hanya berubah-ubah wujudnya.” 


Orang tua kita bukan yang membuat kita ada, mereka hanya perantara. Seperti ponsel yang kita miliki tidak membuat video youtube melainkan hanya menampilkannya.


Lalu mengapa kita tidak ingat? Jangankan kehidupan sebelumnya, coba ceritakan mimpi anda kemarin malam secara lengkap? Kita lupa 90% dari itu. Coba ceritakan hari ke 132 anda di sekolah dasar? Nah dalam satu kehidupan saja kita tidak dapat mengingatnya apalagi sampai melalui proses kelahiran kembali. Sebagai contoh kotoran sapi yang menjadi pupuk tanaman lalu buah tanamannya kita makan. Buah itu berasal dari nutrisi kotoran sapi, energi matahari, CO2 dari udara yang kita kategorikan kotor, dsb. Lalu mengapa buahnya tidak bau seperti kotoran, tidak panas karena energi pembentuknya dari matahari, dst? Anda paham maksud saya?

Kita tidak tiba-tiba ada dari ketiadaan. Kita sebelumnya sudah ada dan selalu ada. Hanya perwujudannya berubah-ubah. Selama kita masih melekat dan membenci selama itu terus berubah-ubah atau terus lahir. Kita tidak pernah minta basah tapi kalau kita membiarkan diri kehujanan tanpa berteduh ya pasti basah, minta atau tidak.
 

Teddy Amry Powered by Blogger